Praperadilan Gugur, Habib Rizieq Ajukan Judicial Review

Praperadilan Gugur, Habib Rizieq Ajukan Judicial Review

Jakarta (BERITAINFORMASIcom) – Hakim menyatakan gugatan praperadilan Habib Rizieq Shihab terkait penangkapan dan penahanan dalam kasus kerumunan Petamburan gugur. Kuasa hukum Habib Rizieq menyebut akan mengajukan judicial riview.

“Jadi kita ngajuin judical review. Mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi, uji materiel tentang hak mengadili perkara praperadilan hakim tunggal,” kata kuasa hukum Habib Rizieq, Alamsyah ditemui usai persidangan, di PN Jakarta Selatan, Rabu 17 Maret 2021

Praperadilan Habib Rizieq sendiri diketahui ditangani oleh hakim tunggal Suharno. Alamsyah menyebut praperadilan tersebut seharusnya tidak ditangani dengan hakim tunggal.

Menurut Alamsyah, keputusan hakim tunggal dinilai sebagai keputusan yang egois. Padahal menurut Alamsyah putusan praperadilan bersifat final.

“Seyogianya Pasal 78 ayat 2 hakim tidak boleh tunggal. Kalau hakimnya tunggal egois hakim aja, sesuka-suka dia menterjemahkan, karena putusan praperadilan adalah final. Tidak bisa dibanding tidak bisa dikasasi,” kata Alamsyah.

Alamsyah mengatakan terdapat beberapa hal yang akan disampaikan pada judicial review. Salah satunya terkait Habib Rizieq yang merasa dirugikan dengan keputusan yang diambil oleh hakim tunggal.

“Satu praperadilan yang pertama kemarin, soal penetapan tersangka, kedua yang akan kita buktikan di MK membuktikan bagi kita baik Habib Rizieq Shihab merasa dirugikan di sini oleh hakim tunggal,” kata Alamsyah.

Selain itu, Alamsyah juga menilai hakim keliru dalam mengambil putusan praperadilan. Hakim diketahui menyebut praperadilan gugur karena sidang pokok perkara telah dimulai, sedangkan praperadilan belum selesai.

Menurutnya, tahapan praperadilan telah selesai dan tinggal pembacaan putusan. Tahapan praperadilan disebut sudah selesai karena sudah melewati proses pembuktian hingga pemeriksaan saksi.

“Sebenarnya hakim tadi keliru menafsirkan putusan MK yang dinyatakan apabila perkara praperadilan belum selesai, yang belum selesai dimaksud dari MK itu belum selesai pemeriksaan tahap demi tahap perkara praperadilan itu,” kata Alamsyah.

“Tapi kalau ini perkara praperadilan sudah selesai Rabu yang lalu. Sekarang ini bukan proses pemeriksaan, prosesnya pembacaan putusan. Jadi proses pemeriksaan perkara itu mulai dari gugatan, jawaban, pembuktian, saksi-saksi sampai ke kesimpulan itu namanya proses pemeriksaan perkara,” sambungnya.(Na/Bi/Sa/Ry)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan